Ambisi Untuk Berprestasi

Latar belakang 

Menjelang liburan semester, baik semester ganjil ataupun semester genap, pasti setiap mahasiswa akan mendapatkan nilai hasil belajar mereka selama satu semester kebelakang yang tertulis di dalam Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Kumulatif (IPK). Sebuah pencapaian nilai hasil belajar ini yang akan menjadi ajang pamer bagi mereka yang menganggap nilai diatas segala-galanya. 

Ajang Pamer ini jika dikaitkan dengan teori psikologi, maka akan masuk kedalam teori neurotic needs yang dikemukakan oleh Karen Horney. Neurotic Needs adalah jalan/cara untuk melawan kecemasan dengan cara mengekspresikan kebutuhan untuk berkuasa, mengeksploitasi, prestis, pujian/kekaguman dan prestasi. Salah satu alasan mereka menanyakan hal tersebut karena mereka ingin mengetahui siapa orang yang lebih hebat dari dirinya. Individu yang memiliki rasa neurotic needs yang tinggi akan berusaha menjadi yang terbaik dengan cara melampaui pencapaian atau prestasi yang dimiliki orang lain terhadap dirinya, dan  membandingkan antara dirinya dengan orang lain, untuk mengetahui siapa yang terbaik antara dirinya dan orang lain yang bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungannya atas pencapaian dirinya. 

Gejala psikologi

Menurut oksana (2016)

  1. Ketidakpuasan hasil 

Ketidakpuasan terhadap diri sendiri dengan hasil yang tidak sesuai dengan yang diinginkan

  1. Memiliki goal yang tinggi, terkadang mengharapkan pengakuan sosial dan secara profesional
  2. Memiliki karakteristik mendominasi, kompetitif dan membandingkan diri
  3. Kestabilan emosional dan self regulasi yang tinggi (termasuk waktu yang terencana, dan kemauan untuk mengambil risiko)
  4. Individu yang ambisius

Individu yang ambisius juga menunjukan keberanian untuk bekerja secara intensif, bahkan di waktu senggang untuk mewujudkan yang ia inginkan

  1. Memiliki ciri khas cognitive tinggi pada critical thinking

Memiliki ciri khas cognitive tinggi pada critical thinking, open mindedness, kemampuan problem solving yang kompleks, bahkan pemikiran radikal bagi beberapa individu

Cara Membedakan Gejala

Orang-orang neurotik sering mendorong diri mereka untuk mendapatkan suatu “achievement” atau prestasi yang lebih besar setiap waktunya dikarenakan oleh rasa “insecure” yang dialaminya. Orang-orang yang melakukan ini cenderung memiliki ketakutan yang tinggi untuk gagal dan merasa butuh untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi daripada orang lain atau bahkan dirinya sendiri di masa lampau. Ia merasa harus menjadi yang “terbaik” dan ini dapat dibuktikan ketika ia berhasil mengalahkan orang lain.

Ketika ia gagal untuk mencapai prestasi yang diinginkannya, ia cenderung akan membenci dirinya sendiri dan merasa ketakutan jika orang lain akan menghina atau merendahkannya. Hal ini dikarenakan ketika seseorang membangun citra ideal tentang diri mereka, diri mereka yang sebenarnya semakin jauh tertinggal. Kesenjangan ini menciptakan keterasingan yang semakin besar antara diri yang sebenarnya dan diri yang “ideal” dan menyebabkan orang-orang neurotik membenci diri mereka yang sebenarnya karena gagal untuk menjadi “standar ideal” yang mereka miliki. 

Namun ketika mengalami keberhasilan atau suatu kesuksesan, orang yang neurotik akan membutuhkan validasi seseorang jika apa yang dicapainya merupakan suatu prestasi yang bagus.

Solusi dari Ambisi 

Beberapa solusi yang dapat diberikan bagi seseorang yang memiliki ambisi besar yang dilansir dalam national kompas sebagai berikut :

  1. Jangan Memaksakan Diri 

Dalam mencapai impian yang diimpikan, membuat kita menjadi terlalu berambisi dan memaksakan diri untuk terus melakukannya. Tentu saja hal ini boleh saja dilakukan bahkan harus kita memiliki ambisi, namun jangan memaksakan diri bahkan hingga mengorbankan sesuatu untuk yang sebenernya tidak diperlukan. 

  1. Mencoba untuk mengkritik diri sendiri 

Mencoba untuk mengontrol diri dan berpikir positif akan hal yang dilakukan. Jika pikiran positif ini sudah muncul, cobalah untuk mempertanyakan dan mengkritik apakah langkah yang diambil sudah baik? Serta tidak lupa pula untuk terbuka terhadap kritikan yang diberikan orang lain.

  1. Katakan bahwa “Saya sudah melakukan yang terbaik”

Hal yang harus diketahui bahwa setiap orang memiliki keterbatasan yang berbeda, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Jangan terlalu memaksakan diri untuk jadi yang terbaik. Tetapi katakanlah bahwa semua yang telah dilakukan adalah yang terbaik. 

  1. Memiliki tujuan yang jelas 

Tentukanlah rencana awal berserta tujuan jelas sejak awal memulai sesuatu dan berdamailah dengan kegagalan yang kemungkinan akan terjadi kedepannya.

  1. Berpikir panjang

Buatlah dan pikirkan rencana yang matang dengan sempurna. Serta pikirkan bahwa ada sesuatu hal yang kemungkinan akan terjadi. Agar disaat rencana gagal, tidak terlalu merasakan kecewa yang berkepanjangan.

Pengendalian Ambisi

Dilansir dari idntimes menyebutkan cara mengendalikan ambisi untuk tetap dalam hal positif yaitu sebagai berikut:

1.      Menyadari bahwa kamu selama ini memiliki ambisi dalam diri, Jika ingin mengontrol ambisi yang kamu punya, hal pertama yang menjadi dasar utama adalah dengan menyadari bahwa kamu memiliki ambisi tersebut.

2.      Memfokuskan ambisi tersebut untuk tujuan yang mulia, ambisi yang berlebihan hanya akan menjadi jebakan bagi dirimu sendiri, maka hal selanjutnya yang wajib kamu lakukan adalah dengan memperbaiki niat. Niat yang kamu punya perlu kamu arahkan untuk kebaikan bagi dirimu sendiri dan orang lain.

3.      Menyadari bahwa apapun yang berlebihan itu gak baik, perlu menyadari bahwa gak ada hal yang terlalu berlebihan itu yang akan menjadi baik. Pasti akan ada aja kekurangan yang dirasakan ketika terlalu berlebihan dalam sesuatu, termasuk dalam hal ambisi. Ingat, menjaga ambisi mu tetap stabil juga membuat kesuksesan yang kamu raih nantinya mampu membuat kamu bahagia.

4.      Fokus pada ambisi yang ada, namun tetap membiarkan diri untuk rehat sesekali, banyak orang yang membiarkan dirinya terlena dan dikendalikan oleh ambisi yang ada, bukan malah sebaliknya. Padahal, ambisi harus mampu kita kontrol agar gak menjadi bumerang dalam hidup. Berikan waktu bagi dirimu untuk sesekali beristirahat dan benar-benar gak memikirkan ambisi yang kamu miliki.

5.      Memperkaya wawasan mengenai ambisi ini dan terus terbuka pada pendapat orang lain, pelajarilah perkara ambisi ini dengan lebih teliti. Selalu terbuka pada saran dan pendapat orang terdekat mengenai kesibukanmu juga menjadi kunci utama agar ambisi yang kamu miliki gak membuat kamu kewalahan dan jadi melupakan segalanya.

Daftar Pustaka

Barsukova, Oksana V (2016) PSYCHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF AMBITIOUS PERSON. Journal of Process Management – New Technologies, International Vol. 4, No.2, 2016. DOI:10.5937/JPMNT1602079B

Boeree, C. G. (1997). Karen Horney. Retrieved from http:/wwwshipedu/~ cgboeree/horneyhtml.

Damayanti, D. (2020). 5 Cara Sederhana untuk Mengendalikan Sifat Ambisius dalam Diri. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2021. Dari https://www.idntimes.com/life/inspiration/daysdesy/cara-sederhana-mengendalikan-sifat-ambisius-c1c2/5.

Horney, K. (1937). The neurotic personality of our time. Retrieved  from https://kupdf.net/download/karen-horney-the-neurotic-personality-of-our-time-pdf_590e56f1dc0d600b25959ef7_pdf

Feist, J., Feist, G., & Roberts, T. (2018). Theories of personality (9th ed). McGraw-Hill Education.

Berambisi Tanpa Terobsesi. (2008, September 21). Retrieved from kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2008/09/21/12031173/~Perempuan~Karir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *