Beranjak Dewasa? Siapa takut! : Kenali dan Lalui Quarter-Life Crisis dengan baik

Quarter life crisis merupakan sebuah krisis dalam hidup yang biasanya dirasakan ketika seseorang memasuki usia sekitar 20 tahun hingga 30 tahun. Krisis ini ditandai dengan kebimbangan atau kecemasan seseorang mengenai masa depan dan mulai mempertanyakan kembali tujuan hidupnya (Amalia et al., 2021).

Quarter-life crisis yang menjadi permasalahan pada dewasa awal ini meliputi kecemasan dan kebimbangan atas ketidakpastian yang akan terjadi pada kehidupan di masa depan. Misalnya seputar karir, kehidupan sosial, relasi, hingga mempertanyakan kembali identitas diri yang dimiliki individu (Zwagery & Yuniarrahmah, 2021). Kebimbangan ini terjadi salah satunya karena terlalu banyaknya pilihan hidup yang dihadapkan pada individu (Akbar, 2020). Namun, fase ini merupakan suatu hal yang wajar dan cukup penting bagi seseorang dalam melewati masa transisi menuju fase hidup berikutnya (Beaton, 2017).

ciri-ciri

  • Jenuh menjalani rutinitas, tetapi tidak berani keluar dari zona nyaman
  • Merasa tidak puas bahkan kecewa dengan pencapaian yang telah didapatkan
  • Sering mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan
  • Merasa minder ketika melihat aktivitas teman di media sosial
  • Menyadari bahwa segala hal gak selalu berjalan sempurna
  • Sering meragukan diri sendiri
  • Merasa tertekan oleh lingkungan sekitar

Quarter-Life Crisis merupakan fase yang penting untuk dilewati seseorang pada dewasa aswl, tetapi hal tersebut menimbulkan beberapa dampak :

dampak negative  

– kepercayaan diri menurun

– stress dan cemas berlebih

– merasa kesepian

– demotivasi akibat tidak yakin dengan kemampuan diri

Dampak positif

– dapat mengenali diri lebih dalam

– dapat mempersiapkan kemungkinan yang ada di masa depan

– menjadi pribadi dengan identitas diri yang kuat

– dapat menentukan ke arah mana tujuan hidup kita

Dengan demikian, seseorang akan merasakan dampak yang positif apabila melalui masa Quarter-Life Crisis dengan baik. Namun bagaimana caranya supaya dapat melewati fase tersebut dengan baik?

Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

Dilansir dari artikel satupersen.net (Akbar, 2020) terdapat beberapa cara untuk melewati Quarter-Life Crisis dengan baik, antara lain:

  1. Kenali diri lebih dalam dengan mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan kita, apa yang kita ingin capai, apa yang kita sukai
  2. Membuat perencanaan dalam 5 tahun kedepan supaya kita dapat mengetahui langkah apa yang akan kita ambil dalam waktu dekat
  3. Menyadari bahwa “people come and go” supaya kita sadar bahwa hidup kita tidak bisa bergantung dengan orang lain
  4. Kurangi pemicu insecure, misalnya dengan membatasi penggunaan media sosial atau kurangi membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.
  5. Temui orang-orang yang dapat mendukung atau membimbing kita dalam melewati fase tersebut

Daftar Pustaka

Akbar, F. (2020). Apa Itu Quarter Life Crisis? Bagaimana Cara Kamu Menghadapinya? Satupersen.Net. https://satupersen.net/blog/quarter-life-crisis-bagaimana-kamu-menghadapinya

Amalia, R., Suroso, & Pratitis, N. T. (2021). PSYCHOLOGICAL WELL BEING, SELF EFFICACY DAN QUARTER LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL. Masters Thesis . Universitas 17 Aguatus 1945 Surabaya. http://repository.untag-sby.ac.id/id/eprint/8006

Beaton, C. (2017). Why Millennials Need Quarter-Life Crises. Psychologytoday.Com. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-gen-y-guide/201709/why-millennials-need-quarter-life-crises

Tambunan, R. G. (2021). Dampak Quarter Life Crisis terhadap Diri Kamu. Satupersen.Net. https://satupersen.net/blog/dampak-quarter-life-crisis

Zwagery, R. V., & Yuniarrahmah, E. (2021). Psikoedukasi “Quarter Life Crisis: Choose The Right Path, What Should I Do Next?” To Maega Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.35914/tomaega.v4i3.819

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *