Sering Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain, Apakah Merupakan Hal yang Buruk?

Terkadang saat kita mengalami kegagalan tertentu, kita cenderung akan membandingkan diri kita sendiri dengan sosok lain yang lebih berhasil daripada kita. Hal ini wajar kok, dalam bidang psikologi fenomena ini disebut sebagai social comparison, yaitu salah satu metode yang kita lakukan untuk mengukur kemampuan atau perilaku dengan cara membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain.

Ada dua jenis perilaku dari social comparison, yaitu upward social comparison yang berarti kita membandingkan diri sendiri dengan orang yang lebih mahir dan lebih baik dalam aspek tertentu daripada kita. Sedangkan downward social comparison merupakan kebalikannya, yaitu kita membandingkan diri dengan orang yang lebih buruk dalam aspek tertentu daripada kita.

Tapi rasanya di era modern ini kita lebih sering menemui jenis upward social comparison, terlebih karena sebagain orang senang membagikan momen kebahagiaan dan kesuksesannya di media sosial sehingga kita secara tidak sadar membandingkan diri kita pada mereka.

Tapi jangan khawatir karena ada beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk mengatasi hal ini:

  • Kenali aspek apa pada dirimu yang sering kamu bandingkan pada orang lain dan jadikan itu sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.
  • Daripada fokus terhadap kekuranganmu, fokuslah terhadap kelebihanmu dan tingkatkan kemampuanmu dalam bidang tersebut.
  • Bangun mindset bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing.
  • Dan yang paling penting, belajar untuk bersyukur atas segala yang telah kamu punya.

Referensi

Aronson, E., Wilson, T. D., & Sommers, S. R. (2020). The Self Understanding Ourselves in a Social Context. In Social Psychology, eBook, Global Edition (10th ed., p. 150). Pearson Educated.

Castrillon, C. (2020, November 24). How To Stop Comparing Yourself To Others. Forbes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *