Kenapa sih, manusia bisa “lupa”?

Pasti kalian udah nggak asing, `kan, sama kata ini? Setiap orang pasti pernah mengalami lupa.

Lupa merupakan hal yang sering kita alami dan sifatnya manusiawi. Tapi, yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha untuk meningkatkan kemampuan ingatan kita agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya lupa.

Tapi, apa sih lupa itu?

Lupa adalah kegagalan dalam mengenali kode atau mengingat sesuatu yang sebelumnya pernah diketahui.

Lalu, kenapa ya, manusia bisa lupa?

Jadi para peneliti sudah meneliti mengapa manusia bisa lupa, dan hasil penelitian dari beberapa peneliti menghasilkan beberapa teori.

Teori-teori penyebab lupa antara lain:

1. Interference Theory

Menurut teori ini, orang lupa bukan karena ingatan yang hilang dari penyimpanan, tetapi karena ada informasi lain yang menghambat cara mereka untuk mengingat. Ada dua macam gangguan, yaitu Proaktif dan Retroaktif.

a) Interference Proactive, yaitu kesulitan mempelajari informasi yang baru karena informasi yang lama.

b) Interference Retroactive, yaitu informasi yang baru menganggu informasi yang sudah ada.

2.Decay Theory

Menurut teori ini, berjalannya waktu selalu meningkatkan kemungkinan lupa.

3. Retrieval Failure

Kegagalan untuk mengiingat biasanya terjadi karena tidak adanya petunjuk yang memadai.

4. Motivated Forgetting Theory

Orang cenderung melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan.

5. Gangguan Fisiologis

Setiap penyimpangan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik otak yang disebut dengan engram. Gangguan pada engram akan mengakibatkan lupa.

Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya lupa, kita bisa melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan ingatan, lho.

Upaya Meningkatkan Kemampuan Ingatan:

Mnemonic

Menciptakan asosiasi antar hal yang harus diingat. Contoh Mnemonic yang paling populer adalah “MEJIKUHIBINIU”(Merah-Jingga-Kuning-Hijau-Biru-Nila-Ungu) yang digunakan untuk menghafalkan warna pelangi.

Retrieval

Mengorganisasi informasi sehingga dapat diingat kembali. Menghafal nomor handphone 0818 259 046 akan lebih mudah daripada 0818259046.

Memahami hal yang harus diingat

Tidak hanya menghafalkan di luar kepala, tetapi harus memahaminya. Hal yang dipahami akan diingat lebih lama daripada hafalan luar kepala.

Menggunakan sebanyak mungkin clue/isyarat

Ketika berusaha mengingat sesuatu, akan lebih mudah jika kita memperbanyak mencari clue untuk membantu mengingat.

Method of loci

Berusaha menciptakan gambaran seperti peta di benak kita dan mengasosiasikan tempat-tempat dalam peta itu dengan hal yang ingin diingat.

Chunking

Mengingat rangkaian kata yang tersusun dan bermakna dan mudah dipahami.

Peg word

Mengasosiasikan kata yang ingin diingat dengan kata lain yang berirama.

Menggunakan bayangan visual

Misalnya pelayan restoran menggunakan bayangan visual untuk mengingat pesanan makanan dari para tamu.

Referensi

Bhinnety, Magda. (2015). Struktur dan Proses Memori. Buletin Psikologi: Vol. 16 No. 2

King, A. Laura. (2014). Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika

Pudjono, Marnio. (2015). Teori-Teori Kelupaan. Buletin Psikologi: Vol. 16 No. 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *