Hilmy Hibatur Rizq, Dyna Kurnia Ningsih

Staff Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan

Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Wilayah 2

Pendahuluan

Dalam dunia akademik, mahasiswa merupakan salah satu komponen penting dalam kemajuan progres ilmu pengetahuan. Tidak dipungkiri juga bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama berproses ketika menjadi mahasiswa turut memiliki peran yang signifikan pada perkembangan secara kelompok maupun individu yang menjadi bagiannya. Salah satu kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan organisasi dalam lingkup mahasiswa. Pada umumnya, organisasi menurut kacamata psikologi merupakan sebuah entitas terstruktur yang terdiri dari berbagai macam komponen yang berinteraksi satu sama lain untuk melakukan satu atau berbagai macam fungsi (Kamus APA). Secara praktis, organisasi merupakan sebuah badan terstruktur di mana individu yang berada di dalamnya membentuk berbagai macam bagian untuk melakukan fungsinya masing-masing sehingga dapat mencapai fungsi utama yang menjadi tujuan terbentuknya badan tersebut.

Pengertian Organisasi Secara Umum

Salah satu entitas terstruktur dalam dunia akademik dan pendidikan tinggi merupakan organisasi mahasiswa. Menurut Astin, organisasi mahasiswa merupakan wujud “pendidikan lain” yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatannya untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di dalam kelas terhadap latar kehidupan di dunia nyata, serta untuk mengembangkan kemampuan yang dapat membantu mereka dalam praktek kehidupan di dunia nyata setelah kelulusan (dikutip dalam Montelongo, 2002). Berdasarkan sudut pandang salah satu partisipan program Ngopi, Aurelia, F. dari Universitas Bunda Mulya (UBM), berpendapat bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan wadah bagi mahasiswa yang menyangkut aspek pendidikan dalam pergerakannya untuk mencari relasi dan pengalaman dengan tujuan membangun diri untuk menjadi lebih profesional.

Selain organisasi non-kemahasiswaan, terdapat juga organisasi non-mahasiswa, seperti pendapat yang diberikan oleh Aurelia dari UBM bahwa organisasi tersebut menyangkut aspek non-pendidikan dalam pergerakannya, misal organisasi olahraga, e-sport, dsb. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kuh menunjukkan bahwa mahasiswa mendapatkan banyak dampak perkembangan yang dirasakan oleh mereka ketika terlibat dalam pengalaman organisasi di luar kelas, namun yang mengejutkan adalah dampak akademik yang dirasakan tidak pernah disebutkan oleh mahasiswa yang dia amati (dikutip dalam Holzweiss dkk., 2007). Hal tersebut menunjukkan bahwa organisasi dalam lingkup pendidikan tinggi tidak hanya menyangkut aspek pendidikan saja, namun terdapat aspek lainnya, seperti aspek pertemanan, pengetahuan, pengalaman praktik (Magolda, 1992, dikutip dalam Holzweiss dkk., 2007) dan lainnya yang mendukung perkembangan diri mahasiswa tersebut dalam menghadapi kehidupan nyata.

Pengalaman organisasi dari masing-masing kampus partisipan lainnya cukup beragam. Febriani, S. dari ILMPI Wilayah 2, berpendapat bahwa organisasi di kampusnya, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Bandung, merupakan sebuah wadah yang mewadahi anggota-anggotanya untuk berkreatif dan mencapai tujuan organisasi bersama-sama melalui kinerja dari divisi yang ada. Radi, S. dari Universitas Pembangunan Jaya, berpendapat bahwa organisasi dalam kampusnya terbentuk dari sekelompok individu yang memiliki tujuan yang sama untuk dicapai, salah satunya adalah pengembangan diri dan soft skill.

Organisasi Menurut Perspektif Psikologi

Organisasi terbentuk oleh manusia, sehingga keberlangsungannya pun tidak dapat dilepaskan dari ilmu psikologi. Menurut Dhea dari Universitas Indonesia, organisasi sangat berhubungan dengan ilmu psikologi, mulai dari interaksi hubungan interpersonal, gaya kepemimpinan, pengambilan keputusan, dsb. Hal-hal tersebut sering dibahas juga bersamaan dengan manajemen konflik, motivasi, stres, produktivitas, kekuatan, dan komunikasi organisasi (lihat Haslam, 2004).  Salah satu aspek psikologis yang sangat berhubungan dengan produktivitas dan performa kerja organisasi dan anggotanya sendiri juga disinggung oleh Yassar, W. dari UI, yaitu psychological well-being dalam organisasi. Tidak hanya produktivitas dan performa kerja saja, Bowman (2010) menemukan hubungan positif antara kegiatan organisasi mahasiswa dengan kesejahteraan psikis, termasuk beberapa aspeknya, yaitu: perkembangan diri mahasiswa, hubungan positif dengan lainnya, dan tujuan hidup (dikutip dalam Kilgo dkk., 2016).

Namun, ketika kesejahteraan psikis terancam akibat masalah yang muncul di dalam organisasi dan mereduksi moral anggota-anggotanya, menurut Viqi, S. dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, paling berdampak pada perilaku anggotanya, terlebih perilaku dan sikap negatif saat sedang berdiskusi mencari suatu pemecahan masalah, bahkan hingga mengganggu pikiran dan adu argumen secara agresif. 

Menurut Octaviani, S. dari Universitas Jayabaya, salah satu cara untuk mempertahankan motivasi positif dalam organisasi mahasiswa adalah dengan menekankan sisi kekeluargaan di dalamnya, seperti melakukan pendekatan dan komunikasi yang positif ketika terdapat sebuah masalah yang mengganggu anggotanya. Selaras dengan pendapat Octaviani, Ali, Z. dan Amanda, R. dari ILMPI Wilayah 2 menyatakan bahwa di kampus mereka, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, organisasi mahasiswa dapat dianggap sebagai rumah bagi para anggotanya agar rasa nyaman, kerjasama, dan ritme organisasi dapat timbul dari dalam organisasi demi mencapai tujuan bersama.

Manajemen Organisasi dalam Konteks Psikologi

 Manajemen Organisasi merupakan proses pengorganisasian, perencanaan, memimpin dan mengendalikan sumber daya dalam suatu entitas dengan tujuan keseluruhan untuk mencapai tujuannya. Disamping itu, pengembangan organisasi mempunyai sifat yang kritis dengan berbasis sains, yang membantu setiap organisasi untuk membangun kuantitas dan kapasitas organisasi untuk terus berubah dan berkembang dalam mencapai efektivitas yang tinggi dengan meningkatkan, mengembangkan, dan memperkuat strategi, proses kerja dan struktur. Selain itu juga, pengembangan organisasi dapat dikatakan sebagai suatu proses yang sangat memerlukan hasil kerja dan waktu yang tidak cepat, karena mengingat banyak sekali proses dan tahapan serta evaluasi dalam menjalankan organisasi tersebut.

Proses-Proses Pengembangan Organisasi adalah identifikasi dan definisi masalah, pengumpulan data, diagnosis, perencanaan, dan evaluasi dan feedback. Tahapan-Tahapan dalam pengembangan organisasi adalah pembentukan tim, brainstorming, penyelarasan, pelaksanaan, evaluasi dan monitor.

Putri, A. dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA menyatakan bahwa hal yang dapat dikelola dan ditambahkan dalam organisasi kampusnya sebagai contoh adalah manajemen Sumber Daya Manusia. Berdasarkan pemecahannya, ada beberapa bidang dan bidang tersebut dipegang oleh penanggung jawab dan ketua yang nantinya dapat dikonsultasikan terkait pemecahannya. Lalu, contoh kendala dan pemecahan yang pernah dialami adalah ketika pada bidang A terdapat masalah, mereka akan konsultasi kepada penanggung jawab dan ketua atau badan pengurus hariannya. Di dalam ILMPI sendiri juga terdapat manajemen organisasi yang dapat dirasakan. Menurut Fahriyah, E. dari  ILMPI Wilayah 2, manajemen dalam ILMPI itu berupa perencanaan, pelaksanaan, pengawasan terhadap individu-individu nya, karena setiap individu mempunyai peran dan tugasnya masing-masing yang sangat penting dalam membangun pilar organisasi.

Stereotip dan Pengalaman Toksik dalam Organisasi Mahasiswa

Ketika sekelompok individu berada dalam suatu tempat atau wadah, tidak dapat dipungkiri bahwa stereotip cepat atau lambat akan muncul dalam kelompok tersebut. Stereotip secara definisi merupakan representasi dan penghakiman dalam sebuah kategori yang tidak bisa diubah dan diganggu gugat; memaksa individu untuk masuk ke dalam sebuah kategori karakteristik yang mereka miliki, kemudian individu tersebut direduksi kepada stereotip tersebut alih-alih memandang mereka sesuai dengan kualitas dan keterampilan yang mereka miliki (Pickering, 2015). 

Daffa, A. dari Universitas Jayabaya mengatakan bahwa stereotip terhadap individu yang baru menjadi anggota yang menjadikan mereka belum dapat diandalkan sepenuhnya untuk mengerjakan tugas-tugas organisasi sangat berdampak pada produktivitas organisasi. Hal ini tentu menunjukkan bahwa stereotip cenderung negatif dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi. Namun, stereotip juga dapat memberikan kesan yang positif, seperti pendapat Amanda, stereotip yang baik dalam organisasi dapat dilihat dari dua sisi. Sisi negatif yang dapat ditimbulkan merupakan tekanan yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan memenuhi ekspektasi terhadap mereka yang muncul dari stereotip yang melekat pada diri mereka. Di sisi lain, hal positif yang dapat dilihat dari stereotip yang baik dapat menjadi motivasi bagi individu untuk lebih produktif dan mengembangkan diri mereka.

REFERENSI:

American Psychological Association. (n.d.). Organization. American Psychological Association. Retrieved December 23, 2022, from https://dictionary.apa.org/organization

Holzweiss, P., Rahn, R., & Wickline, J. (2007). Are all student organizations created equal? The differences and implications of student participation in academic versus non-academic organizations. Academic Versus Non-Academic Organizations , 27(1), 136–150.

Kilgo, C. A., Mollet, A. L., & Pascarella, E. T. (2016). The estimated effects of college student involvement on psychological well-being. Journal of College Student Development, 57(8), 1043–1049. https://doi.org/10.1353/csd.2016.0098

Marketing dictionary. Organisational Management. Monash Business School.

Montelongo, R. (2001). Student participation in college student organizations: A review of literature. Journal of Indiana University Student Personnel Association, 50–63. 

Sahadi, Neti Sunarti, & Endah Puspitasari. (2022). Pengembangan Organisasi (Tinjauan Umum Pada Semua Organisasi). MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(2), 399–412. https://doi.org/10.25157/moderatjurnalilmiahilmupemerintahan.v8i2.2712

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *