Stosisme atau stoicism merupakan sebuah dasar pikiran dari filsus Yunani yang bermana Zeno. Stosisme bukan kebahagiaan yang diakibatkan oleh emosi positif, melainkan diakibatkan ketika kita tidak merasakan emosi negatif atau netral.

Hidup selaras dengan alam akan membuat kita dapat menghindari emosi negatif yang nantinya menimbulkan ketentraman dan kebahagaiaan.

Apa itu selaras dengan alam?

Artinya manusia harus menggunakan nalar saat menjalani kehidupan sehari-hari.

Oh iya, selain selaras dengan alam kita juga bisa menggunakan cara dikotomi kendali.

Konsep dikotomi kendali dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Kendali dari dalam, yaitu hal yang berasal dari diri kita seperti pikiran dan tindakan sendiri.
  2. Kendali dari luar, yaitu hal yang berasal dari luar diri kita seperti pikiran, kepurusan, reputasi, dan sifat orang lain.

Contohnya, saat saya cemas saat menunggu hasil IP semester 2 kemarin. Saya cemas memikirkan IP saya jika nanti ada yang B atau bahkan C, saya takut tidak bisa membuat orang tua saya bangga. Sampai waktunya tiba, ternyata ada satu mata kuliah yang nilainya B. Pada saat itu saya kecewa dan merasa tidak terima, tetapi setelah membaca buku, artikel, dan nonton podcast mengenai stosisme. Ternyata kekecewaan termasuk emosi negatif yang harus dihindari agar saya bisa meyakini bahwa nilai B yang saya dapatkan merupakan dikotomi kendali di luar diri saya sendiri.

REFERENSI

Aurelius, M. (2020). Meditasi. Diva Press Grup.

Manampiring, H. (2019). Filosofi Teras. Penerbit Buku Kompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *