Syifa Raihan MT
Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan
Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia Wilayah II


Psychofams
mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Psikopat maupun Sosiopat. Mulai dari cerita di buku ataupun karakter di film, bahkan mungkin dari film dokumenter nyata yang kerap kali mengangkat isu psikopat atau sosiopat. Tetapi, apa sih sebenarnya perbedaan antara Psikopat dan sosiopat sebenarnya? Nah,  kali ini kita akan membahas mengenai dua gangguan kepribadian ini nih Psychofams supaya kita lebihpaham lagi nih. Yuk, langsung saja kita simak pembahasannya.

 

Apa Itu Psikopat?

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang umumnya ditandai oleh ketidakmampuan individu untuk merasa empati atau bersimpati terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Mereka seringkali memiliki kemampuan untuk menipu dan memanipulasi dengan sangat baik, serta cenderung merasa tidak bersalah terhadap perbuatan amoral mereka. Psikopat seringkali memiliki kecenderungan untuk kekerasan, dan berisiko menjadi pelaku kriminal yang berbahaya.

Dalam konteks psikologi forensik, peneliti dan profesionalakan menggunakan berbagai metode, seperti tes psikologi, wawancara, dan analisis perilaku untuk mendeteksi psikopat. Identifikasi dan pemahaman psikopat sangat penting dalam profil penjahat dan sistem peradilan pidana untuk menghindari risiko terhadap masyarakat.

 

Apa Itu Sosiopat?

Sosiopat adalah gangguan kepribadian yang memiliki beberapa kesamaan dengan psikopat, tetapi ada perbedaan utama. Sosiopat umumnya memiliki latar belakang dan lingkungan sosial yang berperan dalam perkembangan gangguan ini. Mereka mungkin tumbuh dalam lingkungan yang penuh konflik atau terpapar pada perilaku antisosial yang mempengaruhi perkembangan kepribadian mereka.

Sosiopat seringkali kurang berisiko untuk menjadi pelaku kriminal yang berbahaya dibandingkan dengan psikopat, meskipun mereka tetap cenderung terlibat dalam perilaku antisosial. Dalam kasus sosiopat, psikologi forensik bekerja untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan gangguan ini.

 

Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat

Perbedaan psikopat dan sosiopat dapat dilihat dari beberapa aspek.

1. Aspek pertama dilihat dari asal usul gangguannya. Psikopat cenderung terbentuk dari genetik atau abnormalitas biologis yang timbul sejak lahir sedangkan, sosiopat timbul dari lingkungan yang kurang menyenangkan seperti pengalaman masa kecil yang kurang baik, permasalahan pola asuh, kehilangan figur ayah dan sejenisnya.
2. Aspek kedua dilihat dari ikatan emosionalnya dengan orang lain. Psikopat cenderung tidak memiliki ikatan dengan siapapun walau psikopat cenderung mahir akanmembuat impresi bahwa mereka terikat secara emosional dengan orang lain karena adanya perilaku manipulatif. Berbeda dengan psikopat, sosiopat masih memilikiikatan emosional meskipun hanya pada sekelompok orang saja seperti keluarga atau perkumpulan.
3. Aspek ketiga dapat dilihat dari perilaku yang timbul. Tanda psikopat biasanya dapat dideteksi dari masa kecil seperti perilaku impulsif, absensitivitas pada rasa sakitar atau penderitaan orang lain, kurangnya perasaan bersalah atau pengampunan yang mungkin dipengaruhi juga oleh lingkungan rumah yang kurang menyenangkan. Sedangkan, lingkungan tidak menyenangkan bagi orang sosiopat akan ditimbulkan melalui perilaku agresif dan responsif secara emosional.
4. Aspek keempat adalah kecenderungan dalam berperilaku kriminal. Psikopat cenderung mahir dalam menyembunyikan sesuatu bahkan kejahatan di lingkungan komunitasnya, psikopat juga tidak terlaluimpulsif. Sedangkan, sosiopat cenderung lebih impulsif dan mudah untuk tertangkap oleh polisi.
5. Aspek kelima dilihat pada bagaimana ekspresi kemarahan. Psikopat dikatakan tidak mudah untuk marah dan menunjukkan marah yang meledak-ledak. Lain dengan sosiopat, mereka lebih mudah untuk meledak-ledak bahkan dapat menggunakan kekerasan.

Psikologi Forensik dalam Mendeteksi dan Menangani Psikopat dan Sosiopat

Psikologi forensik memainkan peran penting dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengelola individu dengangangguan kepribadian seperti psikopat dan sosiopat. Beberapa aspek penting psikologi forensik dalam hal ini meliputi:

1.Evaluasi Kepribadian

Psikolog forensik menggunakan berbagai alat evaluasi dan tes psikologi untuk mengidentifikasi tanda-tanda psikopati atausosiopatik pada individu yang dianalisis.

2. Penyusunan Profil Pelaku

Dalam kerja sama dengan penegak hukum, psikolog forensikdapat membantu dalam penyusunan profil pelaku untukmembantu mengidentifikasi dan menangkap pelaku kejahatan.

3. Rehabilitasi dan Pengawasan

Psikologi forensik juga berperan dalam merancang program rehabilitasi yang sesuai untuk individu dengan gangguan kepribadian ini, serta dalam pemantauan mereka setelah dibebaskan dari tahanan.

4. Testimoni Ahli

Psikolog forensik sering menjadi saksi ahli dalam persidangan, memberikan pandangan profesional mereka tentang kondisi mental terdakwa atau terdakwa yang diduga memiliki gangguan kepribadian.

 

Penutup

Psikopat dan sosiopat adalah dua gangguan kepribadian yang kompleks dan seringkali menakutkan dalam bidang psikologi forensik. Memahami perbedaan antara keduanya dan peran psikologi forensik dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengelola individu dengan gangguan tersebut sangat pentingdalam upaya memahami dan mengatasi dampak yang mungkin ditimbulkannya pada masyarakat. Dengan demikian, penelitian dan upaya terus dilakukan untuk memahami serta mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam menangani kasus-kasus ini.

Referensi

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). American Psychiatric Publishing.

Johnson, S. A. (2019). Understanding the violent personality: antisocial personality disorder, psychopathy, & sociopathy explored. Foresic Research & Criminology International Journal, 7(2). https://doi.org/10.15406/frcij.2019.07.00267

Hare, R. D. (1999). Without Conscience: The Disturbing World of the Psychopaths Among Us. The Guilford Press.

Meier, B. P., Robinson, M. D., & Wilkowski, B. M. (2015). Turning the other cheek: Agreeableness and the regulation of aggression-related primes. Journal of Personality and Social Psychology, 109(6), 1139-1152.

Porter, S., Woodworth, M., & Earle, J. (2003). Psychopathy and Criminal Justice: A Review. Canadian Journal of Psychiatry, 48(12), 743-751.

adminwilayahdua Badan Penelitian dan Pengkajian Keilmuan (BPPK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *